01
Apr
07

Installasi Mikrotik Router

1. Booting melalui CD-ROM
2. Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang
mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan.
Modul mikrotik router Os 2
3. Ketik “ i “ setelah selesai memilih software, lalu akan menu
pilihan seperti ini :
– Do you want to keep old configuration ? [ y/n] ketik Y
– Continue ? [ y/n] ketik Y
Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak
perlu membuat partisi hardisk karena secara otomatis dia akan
membuat partisi sendiri.
Proses Installasi
Modul mikrotik router Os 3
4. Setelah proses installasi selesai maka kita akan di minta untuk
merestart system, tekan enter untuk merestart system.
5. Setelah computer booting kembali ke system mikrotik, akan ada
pilihan untuk melakukan check system disk, tekan “ y “ .
Modul mikrotik router Os 4
6. Setelah itu akan muncul menu login
Mikrotik login = admin
Password = ( kosong , enter saja )
7. Untuk software license tekan “ y “ . Lalu enter beberapa kali
sampai muncul prompt untuk command line.
Prompt command line :
Modul mikrotik router Os 5
Modul 2
Basic Command
Summary on executing the commands and navigating the menus
Command Action
command [Enter] Executes the command
[?] Shows the list of all available commands
command [?] Displays help on the command and the list of arguments
command argument [?] Displays help on the command’s argument
[Tab] Completes the command/word. If the input is ambiguous,
a second [Tab] gives possible options
/ Moves up to the base level
/command Executes the base level command
.. Moves up one level
List of commands
Commands
certificate import log ppp redo Special- login
driver interface password queue routing system
ip ping quit setup tool file
isdn-channels user export port radius snmp
undo
Modul mikrotik router Os 6
Modul 3
Setting IP Address, Gateway & Name server
1. IP Address
Bentuk perintah konfigurasi
ip address add address={ ip address / netmask }
interface={ nama interface, ether1 atau ether2 bila ada 2 network
card }
Contoh konfigurasi :
Perintah ip address print adalah untuk melihat hasil dari konfigurasi.
2. Gateway
Bentuk perintah konfigurasi :
ip route add gateway={ ip gateway }
Contoh konfigurasi :
Modul mikrotik router Os 7
Perintah ip route print adalah untuk melihat routing table.
3. Name Server
Bentuk perintah konfigurasi :
ip dns set primary-dns={ dns utama }
seconday-dns={ dns ke dua }
Contoh konfigurasi :
Perintah ip dns print adalah untuk melihat hasil dari konfigurasi dns.
Modul mikrotik router Os 8
MODUL 4
Setting Routing
Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan
paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya baik LAN ke
LAN atau ke WAN sehingga host-host yang ada pada sebuah network
bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain.
Tujuan dari routing adalah agar paket IP kita dikirim sampai
pada target, begitu juga paket IP yang ditujukan untuk kita sampai
dengan baik. Target atau destination ini bisa berada dalam 1 jaringan
atau pun berbeda jaringan baik secara topologis maupun geografis.
a. Routing static
Bentuk Perintah konfigurasi :
ip route add dst-address={ ip network atau ip host yang dituju }
gateway={ ip gateway untuk melewati paket }
Contoh konfigurasi :
Artinya tujuan network 192.168.0.0/24 lewat gateway 172.99.77.2
Artinya tujuan host 202.10.56.2 lewat gateway 203.33.45.6
Modul mikrotik router Os 9
b. Routing untuk 2 isp
Routing untuk 2 isp atau lebih ini bisa kita analogikan ketika kita
dihadapkan pada masalah memakai 2 atau lebih koneksi, salah satu
permasalahannya juga adalah apabila isp pertama memberikan
banwidth yang berbeda dengan isp yang kedua, hal ini bisa kita
lakukan dengan mikrotik yaitu dengan membagi atau balance paket
data ( Static Equal Cost Multi-Path Routing ) .
Contoh perintah konfigurasi :
ip route add gateway=192.168.1.1,192.168.2.1,192.168.2.1
Note :
Perintah diatas mendefinisikan bahwa besar bandwidth dari gateway
192.168.2.1 lebih besar 2 kali dari bandwidth yang didapat dari
gateway 192.168.1.1 , jadi bisa diartikan untuk routing lebih dari 1 isp
ini harus diketahui besar bandwith mana yang lebih besar yang
diberikan setelah itu kita bisa memasukan konfigurasi seperti diatas.
Modul mikrotik router Os 10
Modul 5
Network Address Translation & Transparent Proxy Server with
Web Proxy
1. Network Address Translation
Misi awal Internet adalah sebagai jaringan komunikasi non-
profit. Pada awalnya, Internet didesain tanpa memperhatikan dunia
bisnis. Kemudian hal ini menjadi masalah sekarang dan di masa
depan. Dengan semakin banyaknya penghuni Internet, baik pencari
informasi maupun penyedia informasi, maka kebutuhan akan
pengalamatan di Internet makin membengkak. Kebutuhan besar akan
IP address biasanya terjadi di jaringan komputer perusahaan dan LAN-
LAN di lembaga pendidikan.
IP address sebagai sarana pengalamatan di Internet semakin
menjadi barang mewah dan ekslusif. Tidak sembarang orang sekarang
ini bisa mendapatkan IP address public dengan mudah. Oleh karena
itulah dibutuhkan suatu mekanisme yang dapat menghemat IP
address. Logika sederhana untuk penghematan IP address ialah
dengan meng-share suatu nomor IP address public ke komputer client
lainnya. Atau dengan kata lain beberapa komputer bisa mengakses
Internet walau kita hanya memiliki satu IP address public. Salah satu
Mekanisme itu disediakan oleh Network Address Translation (NAT)
Bentuk perintah konfigurasi :
ip firewall nat add chain=srcnat
action=masquerade
out-interface= { ether yang langsung terhubung ke internet langsung
atau public }
Modul mikrotik router Os 11
Contoh konfigurasi :
Perintah ip firewall nat print adalah untuk melihat table nat.
2. Transparent Proxy Server
Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke
suatu web yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di
simpan didalam caching server.
Transparent proxy menguntungkan dalam management client,
karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy
di setiap browser komputer client karena redirection dilakukan
otomatis di sisi server.
Bentuk perintah konfigurasi :
a. Setting web proxy :
– ip proxy set enable=yes
port={ port yang mau digunakan }
maximal-client-connections=1000
maximal-server-connections=1000
– ip proxy direct add src-address={ network yang akan di
NAT}
action=allow
– ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional}
hostname={ nama host untuk proxy/optional}
port={port yang mau digunakan}
Modul mikrotik router Os 12
src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi
ke parent proxy/default 0.0.0.0}
transparent-proxy=yes
max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan
sebagai cache/default 4096 in Kilobytes}
max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan
dipakai sebagai penyimpan file cache/ unlimited | none | 12
in megabytes}
cache-administrator={ email administrator yang akan
digunakan apabila proxy eror, status akan dikirim ke email
tersebut}
enable==yes
Contoh konfigurasi :
Note :
ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy}
ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}
Modul mikrotik router Os 13
b. Setting firewall untuk Transparant Proxy
Bentuk perintah konfigurasi :
ip firewall nat add chain=dstnat
protocol=tcp
dst-port=80
action=redirect
to-ports={ port proxy }
Contoh konfigurasi :
Modul mikrotik router Os 14
Modul 6
DHCP Server
DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol,
yaitu suatu program yang memungkinkan pengaturan IP Address di
dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server, sehingga PC Client
tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan
administrator untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.
Bentuk perintah konfigurasi :
ip dhcp-server setup
dhcp server interface = { interface yang digunakan }
dhcp server space = { network yang akan di dhcp }
gateway for dhcp network = { ip gateway }
address to give out = { range ip address }
dns servers = { name server }
lease time = { waktu sewa yang diberikan }
Contoh konfigurasi :
Modul mikrotik router Os 15
MODUL 7
Bandwidth Management
QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan
pelayanan yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan
bandwidth management untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga
pembagian bandwidth menjadi adil.
Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet
software untuk memanagement bandwidth.
Contoh Implementasinya seperti di bawah ini :
A. Cara 1
Bentuk perintah konfigurasi:
queue simple add name={ nama }
target-addresses={ ip address yang dituju }
interface={ interface yang digunakan untuk melewati data }
max-limit={ out/in }
Contoh Konfigurasi :
Modul mikrotik router Os 16
B. cara 2
1. Browse ip router lewat browser kesayangan anda.
2. Masuk ke Menu Simple Queues
Lalu Isi seperti yang direncanakan :
Modul mikrotik router Os 17
Keterangan :
a. Name = Nama untuk class
b. Out-limit = Bandwidth yang keluar atau uplink
c. In-limit = Bandwidth yang masuk atau downlink
d. Target-ip = IP address yang dituju
e. Interface = Ethernet yang di gunakan untuk keluar data
menuju target ip
f. Time = Waktu yang diberikan untuk pemakaian bandwidth
g. Days = Hari yang diberikan untuk pemakaian bandwidth


0 Responses to “Installasi Mikrotik Router”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


April 2007
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Komentar Terbaru

Mr WordPress di Hello world!

%d blogger menyukai ini: