24
Mar
07

Mengenal IP Versi 6

Pada tulisan ini saya akan menjelaskan mengenai IP versi 6 dan bagaimana cara

pengalokasiannya, dimana artikel ini pernah dimuat di majalah Infokomputer.
Saat ini untuk request IP address dilakukan melalui lembaga yang telah ditunjuk oleh IANA
(Internet Assigned Numbers Authority) yang ditentukan berdasarkan wilayah, diantaranya adalah
APNIC (Asia Pacific Network Information Center) yang khusus menangani request IP address
untuk wilayah Asia Pasifik, diantaranya wilayah yang dilayani oleh APNIC adalah Indonesia.
Organisasi serupa yang menangani kawasan Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, dan Afrika
Sub Sahara adalah ARIN, sedangkan di Eropa, Timur Tengah, dan sebagian Afrika adalah RIPENCC.
IP address yang bahasa awamnya bisa disebut dengan kode pengenal komputer pada jaringan/
Internet memang merupakan komponen vital pada Internet, karena tanpa IP address sudah pasti
tidak akan dikenal Internet. Setiap komputer yang terhubung ke Internet setidaknya harus
memiliki sebuah IP address pada setiap interfacenya dan IP address sendiri harus unik karena
tidak boleh ada komputer/server/perangkat network lainnya yang menggunakan IP address yang
sama di Internet. IP address adalah sederetan bilangan binary sepanjang 32 bit, yang dipakai untuk
mengidentifikasi host pada jaringan. IP address ini diberikan secara unik pada masing-masing
komputer/host yang tersambung ke internet. Packet yang membawa data, dimuati IP address dari
komputer pengirim data, dan IP address dari komputer yang dituju, kemudian data tersebut
dikirim ke jaringan. Packet ini kemudian dikirim dari router ke router dengan berpedoman pada IP
address tersebut, menuju ke komputer yang dituju. Seluruh host/komputer yang tersambung ke
Internet, dibedakan hanya berdasarkan IP address ini, jadi jelaslah bahwa tidak boleh terjadi
duplikasi. Sehingga IP address ini dibagikan oleh beberapa organisasi yang memiliki otoritas atas
pembagian IP address tersebut, seperti APNIC (Asia Pacific Network Information Center).
Pada IPv4 ada 3 jenis Kelas, tergantung dari besarnya bagian host, yaitu kelas A (bagian host
sepanjang 24 bit , IP address dapat diberikan pada 16,7 juta host) , kelas B (bagian host sepanjang
16 bit = 65534 host) dan kelas C (bagian host sepanjang 8 bit = 254 host ). Administrator jaringan
mengajukan permohonan jenis kelas berdasarkan skala jaringan yang dikelolanya. Konsep kelas
ini memiliki keuntungan yaitu : pengelolaan rute informasi tidak memerlukan seluruh 32 bit
tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut
dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.
Pemberian alamat dalam internet mengikuti format IP address (RFC 1166). Alamat ini dinyatakan
dengan 32 bit (bilangan 1 dan 0) yang dibagi atas 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 8 bit
atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Untuk memudahkan pembacaan,
penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal, misalnya 100.3.1.100 yang jika dinyatakan
dalam binary menjadi 01100100.00000011.00000001.01100100. Dari 32 bit ini berarti banyaknya
jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskan adalah 2 pangkat 32, atau 4.294.967.296 alamat.
Format alamat ini terdiri dari 2 bagian, netid dan hostid. Netid sendiri menyatakan alamat jaringan
sedangkan hostid menyatakan alamat lokal (host/router).
Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak
dikenal dan 255.255.255.255 digunakan untuk broadcast). Dalam penerapannya, alamat internet
ini diklasifikasikan ke dalam kelas (A-E).
Alasan klasifikasi ini antara lain :
♦ Memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
♦ Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada alamat yang terlewat).
♦ Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan
tersebut termasuk kategori besar, menengah, atau kecil.
♦ Membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host/router.
Pada tabel dibawah dijelaskan mengenai ketersediaan IPv4 berdasarkan data dari APNIC sampai
akhir tahun 1999 yang lalu dan total IP yang sudah dialokasikan ke tiap – tiap negara di Asia
Pasifik..
IPv4 address space allocated and free
Network Allocated Total % Allocated % Free
061 1089536 16777216 6.5% 93.5%
169 0 1048576 0.0% 100.0%
202 10659072 16777216 63.5% 36.5%
203 9958912 16777216 59.4% 40.6%
210 13174272 16777216 78.5% 21.5%
211 3932416 16777216 23.4% 76.6%
Total 38814208 84934656 45.7% 54.3%
Total IPv4 allocations by country
AU
15%
CN
19%
TW
8%
KR
19%
JP
26%
OTHER
13%
AU
CN
TW
KR
JP
OTHER
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Total IP Alloc. IP by Country (other=13%)
1%
1%
1%
1%
3% 0% 1%
1%
1%
1%
1%
TH
NZ
AP
PH
ID
PK
HK
IN
SG
MY
Other
Perkembangan Internet dan network akhir-akhir ini telah membuat Internet Protocol (IP) yang
merupakan tulang punggung networking berbasis TCP/IP dengan cepat menjadi ketinggalan
zaman, saat ini berbagai macam aplikasi yang menggunakan Internet, diantaranya transfer file
(ftp), surat elektronik (e-mail), akses jarak jauh (remote access), Multimedia menggunakan
Internet, dan lain sebagainya. Perkembangan ini telah membuat terlampauinya kapasitas jaringan
berbasis IP untuk mensuplai layanan dan fungsi yang diperlukan. Sebuah lingkungan seperti
Internet membutuhkan dukungan pada lalu-lintas data secara real-time maupun fungsi sekuriti.
Kebutuhan akan fungsi sekuriti ini saat ini sangat sulit dipenuhi oleh IP versi 4 atau sering disebut
IPv4. Hal ini mendorong para ahli untuk merumuskan Internet Protocol baru untuk
menanggulangi keterbatasan resource Internet Protocol yang sudah mulai habis serta menciptakan
Internet Protocol yang memiliki fungsi sekuriti yang reliability.
Pada tanggal 25 Juli di Toronto pada saat pertemuan IETF telah direkomendasikan penggunaan
IPv6 atau ada yang menyebutnya dengan IPng (IP next generation) yang dilatarbelakangi oleh
keterbatasan IPv4 yang saat ini memiliki panjang 32 bit, akibat ledakan pertumbuhan jaringan.
Pengembangan IPv6, atau ada yang menyebutkan dengan nama IP Next Generation yang
direkomendasikan pada pertemuan IETF di Toronto tanggal 25 Juli 1994 dilatarbelakangi oleh
kekurangan IP address yang saat ini memiliki panjang 32 bit, akibat ledakan pertumbuhan
jaringan. IPv6 merupakan versi baru dari IP yang merupakan pengembangan dari IPv4.
Keunggulan IPv6 :
a. Otomatisasi berbagai setting / Stateless-less auto-configuration (plug&play)
Address pada IPv4 pada dasarnya statis terhadap host. Biasanya diberikan secara berurut pada
host. Memang saat ini hal di atas bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan DHCP
(Dynamic Host Configuration Protocol), tetapi hal tersebut pada IPv4 merupakan fungsi tambahan
saja, sebaliknya pada IPv6 fungsi untuk mensetting secara otomatis disediakan secara standar dan
merupakan defaultnya. Pada setting otomatis ini terdapat 2 cara tergantung dari penggunaan
address, yaitu setting otomatis stateless dan statefull.
♦ Setting otomatis stateless, pada cara ini tidak perlu menyediakan server untuk pengelolaan
dan pembagian IP address, hanya mensetting router saja dimana host yang telah tersambung
di jaringan dari router yang ada pada jaringan tersebut memperoleh prefix dari address dari
jaringan tersebut. Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi yang
unik terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit dan menjadikannya sebagai IP
address dari host tersebut. Pada informasi unik bagi host ini, digunakan antara lain address
MAC dari jaringan interface. Pada setting otomatis stateless ini dibalik kemudahan
pengelolaan, pada Ethernet atau FDDI karena perlu memberikan paling sedikit 48 bit (sebesar
address MAC) terhadap satu jaringan, memiliki kelemahan yaitu efisiensi penggunaan address
yang buruk.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
♦ Setting otomatis statefull adalah cara pengelolaan secara ketat dalam hal range IP address
yang diberikan pada host dengan menyediakan server untuk pengelolaan keadaan IP address,
dimana cara ini hampir mirip dengan cara DHCP pada IPv4. Pada saat melakukan setting
secara otomatis, informasi yang dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP
(Internet Control Message Protocol) yang telah diperluas. Pada ICMP dalam IPv6 ini,
termasuk pula IGMP (Internet Group management Protocol) yang dipakai pada multicast pada
IPv4.
Keamanan (IP layer privacy and authentication)
Saat ini metode dengan menggunakan S-HTTP(Secure HTTP) untuk pengiriman nomor kartu
kredit, ataupun data pribadi dengan mengenkripsinya, atau mengenkripsi e-mail dengan PGP
(Pretty Good Privacy) telah dipakai secara umum. Akan tetapi cara di atas adalah securiti yang
ditawarkan oleh aplikasi. Dengan kata lain bila ingin memakai fungsi tersebut maka kita harus
memakai aplikasi tersebut. Jika membutuhkan sekuriti pada komunikasi tanpa tergantung pada
aplikasi tertentu maka diperlukan fungsi sekuriti pada layer TCP atau IP, karena IPv4 tidak
mendukung fungsi sekuriti ini kecuali dipasang suatu aplikasi khusus agar bisa mendukung
sekuriti. Dan IPv6 mendukung komunikasi terenkripsi maupun Authentication pada layer IP.
Dengan memiliki fungsi sekuriti pada IP itu sendiri, maka dapat dilakukan hal seperti packet yang
dikirim dari host tertentu seluruhnya dienkripsi. Pada IPv6 untuk Authentication dan komunikasi
terenkripsi memakai header yang diperluas yang disebut AH (Authentication Header) dan payload
yang dienkripsi yang disebut ESP (Encapsulating Security Payload). Pada komunikasi yang
memerlukan enkripsi kedua atau salah satu header tersebut ditambahkan.
Fungsi sekuriti yang dipakai pada layer aplikasi, misalnya pada S-HTTP dipakai SSL sebagai
metode encripsi, sedangkan pada PGP memakai IDEA sebagai metode encripsinya. Sedangkan
manajemen kunci memakai cara tertentu pula. Sebaliknya, pada IPv6 tidak ditetapkan cara tertentu
dalam metode encripsi dan manajemen kunci. Sehingga menjadi fleksibel dapat memakai metode
manapun. Hal ini dikenal sebagai SA (Security Association).
Fungsi Sekuriti pada IPv6 selain pemakaian pada komunikasi terenkripsi antar sepasang host,
dapat pula melakukan komunikasi terenkripsi antar jaringan dengan cara mengenkripsi packet
oleh gateway dari 2 jaringan yang melakukan komunikasi tersebut.
Perbaikan utama lain dari IPv6 adalah:
♦ Streamlined header format and flow identification
♦ Expanded addressing capability
♦ More efficient mobility options
♦ Improved support for options/extensions,
Kegunaan perbaikan tersebut dimaksudkan agar dapat merespon pertumbuhan Internet,
meningkatkan reliability, maupun kemudahan pemakaian.
Perubahan terbesar pada IPv6 adalah perluasan IP address dari 32 bit pada IPv4 menjadi 128 bit.
128 bit ini adalah ruang address yang kontinyu dengan menghilangkan konsep kelas. Selain itu
juga dilakukan perubahan pada cara penulisan IP address. Jika pada IPv4 32 bit dibagi menjadi
masing-masing 8 bit yang dipisah kan dengan “.” dan di tuliskan dengan angka desimal, maka
pada IPv6, 128 bit tersebut dipisahkan menjadi masing-masing 16 bit yang tiap bagian dipisahkan
dengan “:”dan dituliskan dengan hexadesimal. Selain itu diperkenalkan pula struktur bertingkat
agar pengelolaan routing menjadi mudah. Pada CIDR (Classless Interdomain Routing) tabel
routing diperkecil dengan menggabungkan jadi satu informasi routing dari sebuah organisasi.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Tabel 1 Pembagian ruang address pada IPv6
Allocation Prefix (binary) Fraction of Address Space
Reserved 0000 0000 1/256
Unassigned 0000 0001 1/256
Reserved for NSAP Allocation 0000 001 1/128
Reserved for IPX Allocation 0000 010 1/128
Unassigned 0000 011 1/128
Unassigned 0000 1 1/32
Unassigned 0001 1/16
Unassigned 001 1/8
Provider based Unicast Address 010 1/8
Unassigned 011 1/8
Reserved for Neutral-Interconnect-
Based Unicast Addresses
100 1/8
Unassigned 101 1/8
Unassigned 110 1/8
Unassigned 1110 1/16
Unassigned 1111 0 1/32
Unassigned 1111 10 1/64
Unassigned 1111 1101 1/128
Unassigned 1111 1110 1/512
Link Local Use Addresses 1111 1110 10 1/1024
Site Local Use Addresses 1111 1110 11 1/1024
Multicast Addresses 1111 1111 1/256
Untuk memahami tentang struktur bertingkat address pada IPv6 ini, dengan melihat contoh pada
address untuk provider. Pertama-tama address sepanjang 128 bit dibagi menjadi beberapa field
yang dapat berubah panjang. Jika 3 bit pertama dari address adalah “010”, maka ini adalah ruang
bagi provider. Sedangkan n bit berikutnya adalah registry ID yaitu field yang menunjukkan
tempat/lembaga yang memberikan IP address. Misalnya IP address yang diberikan oleh InterNIC
maka field tersebut menjadi “11000”. Selanjutnya m bit berikutnya adalah provider ID, sedangkan
o bit berikutnya adalah Subscriber ID untuk membedakan organisasi yang terdaftar pada provider
tersebut. Kemudian p bit berikutnya adalah Subnet ID, yang menandai kumpulan host yang
tersambung secara topologi dalam jaringan dari organisasi tersebut. Dan yang q=125-(n+m+o+p)
bit terakhir adalah Interface ID, yaitu IP address yang menandai host yang terdapat dalam grupgrup
yang telah ditandai oleh Subnet ID. Subnet ID dan Interface ID ini bebas diberikan oleh
organisasi tersebut.
Organisasi bebas menggunakan sisa p+q bit dari IP address dalam memberikan IP address di
dalam organisasinya setelah mendapat 128-(p+q) bit awal dari IP address. Pada saat itu,
administrator dari organisasi tersebut dapat membagi menjadi bagian sub-jaringan dan host dalam
panjang bit yang sesuai, jika diperlukan dapat pula dibuat lebih terstruktur lagi. Karena panjang bit
pada provider ID dan subscriber ID bisa berubah, maka address yang diberikan pada provider dan
jumlah IP address yang dapat diberikan oleh provider kepada pengguna dapat diberikan secara
bebas sesuai dengan kebutuhan. Pada IPv6 bagian kontrol routing pada address field disebut
prefix, yang dapat dianggap setara dengan jaringan address pada IPv4.
Address IPv6 dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
♦ Unicast Address (one-to-one) digunakan untuk komunikasi satu lawan satu, dengan menunjuk
satu host.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Pada Unicast address ini terdiri dari :
􀂙 Global, address yang digunakan misalnya untuk address provider atau address geografis.
􀂙 Link Local Address adalah address yang dipakai di dalam satu link saja. Yang dimaksud
link di sini adalah jaringan lokal yang saling tersambung pada satu level. Address ini
dibuat secara otomatis oleh host yang belum mendapat address global, terdiri dari 10+n
bit prefix yang dimulai dengan “FE80” dan field sepanjang 118-n bit yang menunjukkan
nomor host. Link Local Address digunakan pada pemberian IP address secara otomatis.
􀂙 Site-local, address yang setara dengan private address, yang dipakai terbatas di dalam site
saja. Address ini dapat diberikan bebas, asal unik di dalam site tersebut, namun tidak bisa
mengirimkan packet dengan tujuan alamat ini di luar dari site tersebut.
􀂙 Compatible.
Struktur Unicast Address
Pada gambar di bawah dijelaskan mengenai cara kerja pengiriman packet pada Unicast Address :
Gambar Pengiriman packet pada Unicast Address
♦ Multicast (one-to-many) yang digunakan untuk komunikasi 1 lawan banyak dengan menunjuk
host dari group. Multicast Address ini pada IPv4 didefinisikan sebagai kelas D, sedangkan
pada IPv6 ruang yang 8 bit pertamanya di mulai dengan “FF” disediakan untuk multicast
Address. Ruang ini kemudian dibagi-bagi lagi untuk menentukan range berlakunya.
Kemudian Blockcast address pada IPv4 yang address bagian hostnya didefinisikan sebagai
“1”, pada IPv6 sudah termasuk di dalam multicast Address ini. Blockcast address untuk
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
komunikasi dalam segmen yang sama yang dipisahkan oleh gateway, sama halnya dengan
multicast address dipilah berdasarkan range tujuan.
Struktur Multicast Address
Gambar Pengiriman packet pada multicast address
♦ Anycast Address, yang menunjuk host dari group, tetapi packet yang dikirim hanya pada satu
host saja.Pada address jenis ini, sebuah address diberikan pada beberapa host, untuk
mendifinisikan kumpulan node. Jika ada packet yang dikirim ke address ini, maka router akan
mengirim packet tersebut ke host terdekat yang memiliki Anycast address sama. Dengan kata
lain pemilik packet menyerahkan pada router tujuan yang paling “cocok” bagi pengiriman
packet tersebut. Pemakaian Anycast Address ini misalnya terhadap beberapa server yang
memberikan layanan seperti DNS (Domain Name Server). Dengan memberikan Anycast
Address yang sama pada server-server tersebut, jika ada packet yang dikirim oleh client ke
address ini, maka router akan memilih server yang terdekat dan mengirimkan packet tersebut
ke server tersebut. Sehingga, beban terhadap server dapat terdistribusi secara merata.Bagi
Anycast Address ini tidak disediakan ruang khusus. Jika terhadap beberapa host diberikan
sebuah address yang sama, maka address tersebut dianggap sebagai Anycast Address.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Gambar Pengiriman packet pada anycast address
♦ Reserved, digunakan untuk keperluan dimasa yang akan datang.
Struktur Packet pada IPv6
Dalam pendesignan header packet ini, diupayakan agar cost/nilai pemrosesan header menjadi kecil
untuk mendukung komunikasi data yang lebih real time. Misalnya, address awal dan akhir
menjadi dibutuhkan pada setiap packet. Sedangkan pada header IPv4 ketika packet dipecah-pecah,
ada field untuk menyimpan urutan antar packet. Namun field tersebut tidak terpakai ketika packet
tidak dipecah-pecah. Header pada Ipv6 terdiri dari dua jenis, yang pertama, yaitu field yang
dibutuhkan oleh setiap packet disebut header dasar, sedangkan yang kedua yaitu field yang tidak
selalu diperlukan pada packet disebut header ekstensi, dan header ini didifinisikan terpisah dari
header dasar. Header dasar selalu ada pada setiap packet, sedangkan header tambahan hanya jika
diperlukan diselipkan antara header dasar dengan data. Header tambahan, saat ini didefinisikan
selain bagi penggunaan ketika packet dipecah, juga didefinisikan bagi fungsi sekuriti dan lain-lain.
Header tambahan ini, diletakkan setelah header dasar, jika dibutuhkan beberapa header maka
header ini akan disambungkan berantai dimulai dari header dasar dan berakhir pada data. Router
hanya perlu memproses header yang terkecil yang diperlukan saja, sehingga waktu pemrosesan
menjadi lebih cepat. Hasil dari perbaikan ini, meskipun ukuran header dasar membesar dari 20
bytes menjadi 40 bytes namun jumlah field berkurang dari 12 menjadi 8 buah saja.
Struktur header dasar pada IPv6
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Label Alir dan Real Time Process
Header dari packet pada IPv6 memiliki field label alir (flow-label) yang digunakan untuk meminta
agar packet tersebut diberi perlakuan tertentu oleh router saat dalam pengiriman (pemberian
‘flag’). Misalnya pada aplikasi multimedia sedapat mungkin ditransfer secepatnya walaupun
kualitasnya sedikit berkurang, sedangkan e-mail ataupun WWW lebih memerlukan sampai dengan
akurat dari pada sifat real time.
Tabel Label Alir pada IPv6
Label Kategori
0 Uncharacterized Traffic
1 “Filler” traffic (e.g., netnews)
2 Unattended data transfer (e.g., e-mail)
3 Reserved
4 Attended bulk transfer (e.g., FTP, HTTP, NFS)
5 Reserved
6 Interactive traffic (e.g., Telnet, X)
7 Internet control traffic (e.g., routing protocols, SNMP)
8-15 Realtime communications traffic, non-congestion-controlled traffic
Router mengelola skala prioritas maupun resource seperti kapasitas komunikasi atau kemampuan
memproses, dengan berdasar pada label alir ini. Jika pada IPv4 seluruh packet diperlakukan sama,
maka p ada IPv6 ini dengan perlakuan yang berbeda terhadap tiap packet, tergantung dari isi
packet tersebut, dapat diwujudkan komunikasi yang aplikatif.
IPv6 Transition (IPv4 – IPv6)
Untuk mengatasi kendala perbedaan antara IPv4 dan IPv6 serta menjamin terselenggaranya
komunikasi antara pengguna IPv4 dan pengguna IPv6, maka dibuat suatu metode Hosts – dual
stack serta Networks – Tunneling pada hardware jaringan, misalnya router dan server.
Gambar Hosts – dual stack (IPv6 Transition)
Gambar Networks – Tunneling (IPv6 Transition)
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Jadi setiap router menerima suatu packet, maka router akan memilah packet tersebut untuk
menentukan protokol yang digunakan, kemudian router tersebut akan meneruskan ke layer
diatasnya.
Allokasi IPv6
Kebijakan allokasi IPv6:
􀂉 Regular allocations
♦ Peering dengan ≥ 3 subTLA (Top Level Aggregator) dan
♦ Merencanakan untuk menyediakan pelayanan IPv6 tidak lebih dari 12 bulan, atau
♦ Mempunyai ≥ 40 SLA (Site Level Aggregator) customer.
􀂉 Bootstrap
♦ Peering dengan ≥ 3 AS (Autonomous System Number) dan
♦ Merencanakan untuk menyediakan pelayanan IPv6 tidak lebih dari 12 bulan, atau
♦ Mempunyai ≥ 40 IPv4 customer, atau
♦ Mempunyai kemampuan 6bone experience.
Untuk mendapatkan allokasi IPv6 dari Asia Pacific Network Information Center (APNIC), anda
harus mengirimkan permohonan IPv6 menggunakan form http://www.apnic.net/apnic-bin/ipv6-
subtla-request.pl, untuk wilayah Indonesia anda bisa mengirimkan form permohonan IPv6 yang
juga bisa diambil dari homepage APNIC: http://www.apnic.net/apnic-bin/ipv6-subtla-request.pl,
kemudian mengirimkan form tersebut ke ip-request@apjii.or.id, tapi sebelumnya anda
mendaftarkan sebagai anggota APJII untuk mendapatkan pelayanan ini.
Saat ini telah terdapat beberapa vendor yang telah mendukung IPv6, diantaranya:
􀂙 IPv6 Ready: 3Com, Epilogue, Ericsson/Telebit, IBM, Hitachi, KAME, Nortel, Trumpet
􀂙 Beta Testing: Apple, Cisco, Compaq, HP, Linux community, Sun, Microsoft.
􀂙 Implementing: Bull, BSDI, FreeBSD, Mentat, NovelL,SGI, dan lain sebagainya.
Berdasarkan data dari 6BONE (http://www.6bone.net) saat ini telah terdapat 200 situs yang
terdapat di 39 negara yang telah bertarsipasi dalam pengembangan tentang IPv6 ini, dan terdapat
berbagai lembaga yang turut berpartisipasi mengadakan riset mengenai IPv6 ini, diantaranya
adalah: CAIRN, Canarie, CERNET, Chunghawa Telecom, DANTE, Esnet, Internet2, IPFNET,
NTT, Renater, Singren, Sprint, SURFnet, vBNS, WIDE.
IANA sebagai lembaga tertinggi untuk pembagian Internet Resource telah mengalokasikan IPv6
resource ke 3 Regional Internet Registries (RIR), dengan perincian sebagai berikut:
􀂃 APNIC : 2001:0200::/23
􀂃 ARIN : 2001:0400::/23
􀂃 RIPE NCC : 2001:0600::/23
Pada saat ini terdapat 3 Regional Internet Registries (RIR) yang telah mengalokasikan 49 allocate
IPv6 dengan perincian sebagai berikut :
􀂃 APNIC telah mengalokasikan 19 allokasi IPv6.
􀂃 RIPE NCC telah mengalokasi 21 allokasi IPv6.
􀂃 ARIN telah mengalokasikan 9 allokasi IPv6.
Untuk mendapatkan status daftar dari allokasi IPv6 oleh Regional Internet Registries anda bisa
mendapatkan informasi ini di situs 6Bone (http://www.6bone.net).
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Kesimpulan & Saran
IPv4 yang merupakan pondasi dari Internet telah hampir mendekati batas akhir dari
kemampuannya, dan IPv6 yang merupakan protokol baru telah dirancang untuk dapat
menggantikan fungsi IPv4. Motivasi utama untuk mengganti IPv4 adalah karena keterbatasan dari
panjang addressnya yang hanya 32 bit saja serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan
komunikasi yang aman, routing yang fleksibel maupun pengaturan lalu lintas data.
IPv6 yang memiliki kapasitas address raksasa (128 bit), mendukung penyusunan address secara
terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing
baru yang tidak terdapat pada IPv4. IPv6 memiliki tipe address anycast yang dapat digunakan
untuk pemilihan route secara efisien. Selain itu IPv6 juga dilengkapi oleh mekanisme penggunaan
address secara local yang memungkinkan terwujudnya instalasi secara Plug&Play, serta
menyediakan platform bagi cara baru pemakaian Internet, seperti dukungan terhadap aliran data
secara real-time, pemilihan provider, mobilitas host, end-to-end security, ataupun konfigurasi
otomatis.
Untuk informasi mengenai IPv6, kami sarankan anda untuk mengakses situs 6BONE
(http://www.6bone.net), pada situs ini anda bisa mendapatkan informasi mengenai status dan hasil
riset dari berbagai partisipan yang tergabung di 6BONE ini.
Selain itu anda bisa mendapatkan informasi mengenai IPv6 dengan mengunjungi situs berikut ini:
􀂾 http://www.6ren.net
􀂾 http://www.6tap.net
􀂾 http://www.ipv6.org
􀂾 http://www.ipv6forum.com
Selain itu, anda bisa mendapatkan informasi tentang IPv6 melalui RFC (Request for Comment),
sebagai berikut:
• RFC 2374, an IPv6 Aggregatable Global Unicast Address Format
• RFC 2373, IPv6 Addressing Architecture
• RFC 2460, IPv6 Specification
• RFC 2461, Neighbor Discovery for IPv6
• RFC 2462, IPv6 Stateless Address Autoconfiguration
• RFC 2463, Internet Control Message Protocol (ICMPv6) for the IPv6 Specification
• RFC 1886, DNS Extensions to support IPv6
• RFC 1887, An Architecture for IPv6 Unicast Address Allocation
• RFC 1981, Path MTU Discovery for IP version 6
• RFC 2023, IP version 6 over PPP
• RFC 2080, RIPng for IPv6
• RFC 2452, IP version 6 Management Information Base for the User Datagram Protocol
• RFC 2464, Transmission of IPv6 Packets over Ethernet Networks
• RFC 2465, Management Information Base for IP version 6: Textual Conventions and General
Group
• RFC 2466, Management Information Base for IP version 6: ICMPv6 Group
• RFC 2467, Transmission of IPv6 Packets over FDDI Networks
• RFC 2470, Transmission of IPv6 over Token Ring Networks
• RFC 2472, IP version 6 over PPP
• RFC 2473, Generic Packet Tunneling in IPv6 Specification
• RFC 2507, IP Header Compression
• RFC 2526, Reserved IPv6 Subnet Anycast Addresses
• RFC 2529, Transmission of IPv6 over IPv4 Domains without Explicit Tunnels
• RFC 2545, Use of BGP-4 Multiprotocol Extensions for IPv6 Inter-Domain Routing
• RFC 2590, Transmission of IPv6 Packets over Frame Relay
• RFC 2675, IPv6 Jumbograms
• RFC 2710, Multicast Listener Discovery (MLD) for IPv6
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
• RFC 2711, IPv6 Router Alert Option
• RFC 1888, OSI NSAPs and IPv6
• RFC 2292, Advanced Sockets API for IPv6
• RFC 2375, IPv6 Multicast Address Assignments
• RFC 2450, Proposed TLA and NLA Assignment Rules
• RFC 2471, IPv6 Testing Address Allocation
• RFC 2553, Basic Socket Interface Extensions for IPv6
Daftar Pustaka
􀂙 http://playground.sun.com/ipng
􀂙 http://www.6ren.net
􀂙 http://www.6tap.net
􀂙 http://www.ipv6.org
􀂙 http://www.ipv6forum.com
􀂙 http://www.apnic.net/policies.html
􀂙 http://www.apnic.net/drafts/ipv6/IPv6-FAQ.html
􀂙 http://www.apnic.net/drafts/ipv6/ipv6-policy-280599.html
􀂙 http://www.6bone.net/misc/case-for-ipv6.html
􀂙 Robert M. Hinden, IP Next Generation Overview,
http://playground.sun.com/pub/ipng/html/INET-Ipng-Paper.html


0 Responses to “Mengenal IP Versi 6”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2007
S S R K J S M
    Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Komentar Terbaru

Mr WordPress di Hello world!

%d blogger menyukai ini: